Sabtu, 16 Februari 2019

Pengalaman City Tour Kualalumpur 4 Hari 3 Malam - Part 2


Setelah energi pulih kembali, perjalanan dilanjutkan. Kali ini, kami memilih transportasi RapidKL (RapidKl itu terdiri dari kereta jenis MRT, LRT, Monorail) dari station masjid jamek turun ke station pasar seni, jalan kaki sebentar, sampailah kita ke central market. Konon, katanya kalau central market ini sekelas mirota batik di Yogyakarta, jadi, kalau mau beli souvenir dan oleh2 tidak terlalu murah juga karena kualitasnya sedikit lebih baik dibanding barang barang di petaling street, tapi itu katanya lho ya, saya sendiri belum sempet ke petalling street, rencananya di hari ke 3 tapi ternyata batal karena udah terlalu capek :)



Mesin Tiket LRT Otomatis Kualalumpur
Tiketnya berbentuk koin


LRT Stasiun di Kualalumpur
salah satu pintu masuk stasiun LRT di Kualalumpur

Berdasarkan  pengalaman City Tour di kota kualaumpur tempo lalu, tidak ada kendala berarti soal transportasi. Sistem transportasinya juga sudah bagus, dibeberapa stasiun kereta malah ada pengumuman pengingat untuk waspada terhadap keselamatan dan keamanan barang barang yang kita bawa. 

Oh ya, meskipun tiket dibeli otomatis dan tanpa pengawasan petugas, kita tidak bisa cheating lho, kalo ternyata kita membeli tiket tidak sesuai tujuan, misal kita turun di stasiun yang lebih jauh dari yang seharusnya, kita tidak bisa keluar dari stasiun tersebut. Koin tiket kita akan terus keluar ketika dimasukkan ke dalam sistem di pintu masuk/keluar stasiun. Supaya kita bisa keluar, kita harus ke bagian informasi kemudian menyerahkan koin kita, biasanya petugas informasi sudah paham, setelah itu kita akan diberi tahu kekurangan biaya tiket yang harus kita bayar. Baru koin kita bisa bekerja lagi, membuka sistem buka/ tutup pintu stasiun.

Central Market ini tempat belanja souvenir dan oleh oleh. Dilantai bawah banyak sekali kerajinan tangan dan bahkan lukisan, kios kios yang menjajakan aneka souvenir gantungan kunci dan magnet kulkas juga ada. Dilantai dua banyak kios baju, kain dan food court, ada juga beberapa kios cindera mata, tapi tidak sebanyak di lantai 1. Harga kain batik malaysia RM 59 itu sudah dapat kain batik yang bahannya halus, kain sarungnya juga seharga itu tapi masih bisa ditawar. 

Dari central market, melanjutkan rencana wisata kuliner di daerah imbi, Makan Durian! Iya, wisata kuliner ini udah yang paling saya nantikan, menikmati durian testing platter di BB Durian Park. Untuk menuju kesana, kita naik LRT dari stasion pasar seni ambil jurusan station masjid jamek, setelah turun kita ganti jalur, naik lagi kereta menuju ke stasiun hangtuah dari situ kita ganti lagi monorail yang menuju stasiun imbi. 

Semuanya berjalan baik baik saja, sampai saat kita memutuskan  berjalan kaki karena merasa percaya diri menemukan lokasinya BB durian Park dengan mudah di daerah imbi, ternyata paket internetnya habis alias mati alias ga bisa diandalkan sebagai petunjuk jalan, jadilah kami nekad jalan kaki mengandalkan feeling yang berakhir pada satu kata, tersesat!

Iyaaa, baru merasakan tersesat di negeri orang, setiap tanya pada orang dijalan, mereka tidak tahu, ternyata tidak setenar yang kita bayangkan, mungkin karena baru beberapa tahun dibuka ya, akhirnya setelah capek menyusuri jalan di sekitaran imbi, kami berhenti sebentar di sevel di pojokan perempatan. Sambil minum air kemasan botol, kami memikirkan gimana cara menemukan lokasi durian platter itu, iya, se kekeuh itu, khususnya saya. Masih ga rela kalo wisata kuliner ini batal hanya karena ga bisa menemukan lokasinya. Bisa saja kami menyetop taxi, tapi belum ketemu, mau pesen grab, internet mati. Jadi, akhirnya kami melanjutkan perjalanan sambil mencari anak anak muda yang bisa kita temui, kenapa anak muda? Karena biasanya generasi milineal itu paling tahu yang kekinian, termasuk kuliner kekinian.

Alhamdulillah, setelah sampai di sebuah pos polisi tidak jauh dari stasiun kereta yang disponsori Air Asia, kami menemukan sepasang muda mudi yang sedang jalan kaki santai, langsung deh kami tanyai, tepatnya suami saya yang maju bertanya. Reflek, si cowok mengeluarkan hape seraya berkata” Tanya waze” Yes, Alhamdulillah. Tuh kan, bener kan, milineal itu bisa diandalkan. Meskipun dia tidak tahu, tapi dia tetep bisa kasih solusi, bukan itu saja, kami dipanggilkan grab dan ditungguin. Alhamdulillah semoga Allah SWT merahmati mereka berdua.AAmiin.


Wisata Kuliner Halal di Kualalumpur
Begitu sampai disambut aroma  Buah Durian yang kuat



Wisata Kuliner Durian Musang King Kualalumpur

Selanjutnya, bisa ditebak. Kami bisa menikmati Durian testing Platter di BB Durian Park. Just My Lucky Day J

Bagi pecinta durian, tempat ini berasa syurga. Ada durian Musang King yang populer itu, meskipun ternyata saya lebih menyukai durian jenis special guest yang berasa manis dibanding Musang King yang paitnya mendominasi. 

Puas makan durian, kembali ke KLCC suria, lagi? Iyaa! Kami ingin menikmati suasana Menara petronas di malam hari, hehe, kurang kerjaan ya? Tapi yang namanya travelling itu harus dimaksimalkan kenikmatannya, meskipun itu harus pergi ke tempat yang sama di waktu yang berbeda #prinsip, #eh. Modal wifi gratis di BB Durian Park, misua langsung panggil Grab untuk Cuzz menuju Menara Petronas, argo sekitar RM 9.

Wisata Hits di Kualalumpur

Wisata Hits di Kualalumpur

Dari dua kali kunjungan ke Menara Petronas dalam satu hari yaitu pagi dan malam, saya pribadi lebih menyukai saat pagi hari. Tapi untuk berfoto sesi lebih ciamik efeknya di saat malam hari. So feel free to decide next time travelling ke Kualumpur :)

Setelah puas menikmati suasana Menara Petronas di malam hari, akhirnya kami pulang ke hotel melia, di jalan imbi, bukit bintang. Nah ini, dari KLCC sempet bingung mau pulang ke imbi, karena ga ada monorail yang langsung ke stasiun imbi, akhirnya setelah bertanya ke bagian informasi, kami harus naik dulu LRT yang menuju stasiun Bukit nanas, kemudian ganti lagi LRT yang menuju stasiun hang tuah baru kemudian naik monorail menuju stasiun imbi, dari stasiun imbi tinggal jalan kaki menuju hotel. Alhamdulillah.

Hela napas dulu yaa sebelum melanjutkan cerita yang lebih drama, paniknya atm ga bisa tarik uang tunai, percobaan pemalakan dan sesi menegangkan di airport tanah air :)

Posting Komentar

On Instagram

© Happylikeabee. Made with love by The Dutch Lady Designs.