Senin, 04 Maret 2019

Car Free Day - Literasi Digital di Lapangan Renon

Setiap minggu, sudah jadi hal yang lumrah jika akses menuju lapangan puputan niti manggala atau lapangan monumen Braji Denpasar akan ditutup guna mengakomodir warga denpasar berolah raga atau rekreasi, di daerah itu memang diterapkan Car free Day dari pukul 06:00 WITA  smpai dengan pukul 10:00 WITA.

Tapi, Car Free Day minggu ini ( 3 maret 2019 ) berbeda dari minggu minggu sebelumnya, tampak lebih ramai dengan berbagai macam kelompok warga yang berolah raga, membuka stand makanan dan minuman, stand kesehatan - cek gula darah dan tensi gratis, bahkan tampak mobil perustakaan keliling terparkir di salah satu pinggiran lapangan niti manggala. 

Permainan Edukasi




Diantara semua hiruk pikuk, dan dentuman musik khas yang mengiringi senam masal di depan monumen braji Denpasar, saya menemukan stand yang lain daripada yang lain. Sedang ada kampanye literasi digital oleh siberkreasi. Tapi caranya unik, menggunakan permainan interaktif. Terlihat 3 orang sedang bermain board game semacam ular tangga, tapi berukuran besar, sehingga yang menjadi bidaknya ya ketiga orang tersebut.


Literasi Edukasi dengan Board Game


Setelah mendekat, terlihat jelas keseruan permainan itu, ternyata, setiap kolom yang dilalui oleh pemain berupa penjelasan ataupun edukasi tentang bagaimana berinternetan yang sehat. Jadi, selama bermain, mereka bisa saling berbagi pengalaman tentang kegiatan online mereka, selama permainan berlangsung, pemain didampingi seorang konselor, yang akan memberikan penjelasan ataupun edukasi bagaimana berinternet dengan sehat.


Stop Hoax dan Bullying Online


Topik bahasanya termasuk bagaimana mengenali berita hoax, bagaimana menyikapinya dan tips untuk menjadi pengguna internet yang smart dan sehat. Tidak mudah terhasut oleh berita hoax dan smart enaough juga untuk tidak ikutan menyebarkan berita hoax. Selain itu, Bullying online juga salah satu yang menjadi fokus kepedulian. Sehingga, sebagai warga net tidak mudah mengucapkan kata kata yang menghina tubuh atau penampilan orang lain, karena itu sdah termasuk dalam verbal abusive. Oh ya, sekarang kan juga sudah ada undang undang ITE yang mengatur tentang bullying online ataupun body shamming, jadi sebagai warga net harus lebih berhati hati. Sekarang, bukan saja mulutmu harimaumu tapi juga jarimu!

Nah, sebagai pengguna internet yang cerdas, sebaiknya juga aware dengan berita hoax, karena kalau tidak hati hati, bisa jadi tanpa sengaja kita juga menjadi penyebar hoax, ga mau kan? Saya juga ga mau lho, tapi tidak perlu jadi galau juga, ada beberapa tips untuk mengenali berita hoax, yaitu :

1. Biasanya judulnya profokatif

2. Cermati alamat url dari berita online tersebut, perhatikan alamatnya terverifikasi atau tidak

3. Perhatikan dan Periksa Fakta, misalkan apakah sumber beritanya terpercaya atau tidak

4. Periksa keaslian foto, yaitu dengan memanfaatkan mesin pencari Google. Lakukan drag - and - drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menampilkan gambar gambar yang serupa yang ada di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Kalau memungkinkan bisa juga dengan bergabung dengan grup grup diskusi anti Hoax

Atau informasi yang lebih lengkap bisa mlipir ke  sini

So, sudah siap jadi Smart Netizen?





Posting Komentar

On Instagram

© Happylikeabee. Made with love by The Dutch Lady Designs.