Rabu, 10 April 2019

Pengalaman menjelajahi Nusapenida - Broken Beach, Angels Bilabong Part 2

Setelah hore hore kesenengan di  Kelingking Cliff, yang menurut saya sih malah lebih mirip T-Rex Cliff, kami melanjutkan perjalanan ke spot wisata selanjutnya. Angels Bilabong dan Broken Beach. Tentu saja, dengan medan jalan yang terjal dan lika liku mendaki, skill bli ktut dalam mengendalikan kendaraan lumayan membantu, sehingga kami bisa melewati perjalanan dengan lancar, hambatannya ya kalau harus berpapasan dengan mobil lain di jalan yang nge pas banget. Atau antrian karena konvoi mobil yang melambat di tanjakan ataupun turunan. Seru wis to..

Dan, semuanya juga terbayar. Saat sampai tujuan. Langsung lupa gimana susahnya perjalanan menuju ke spot ini. Karena begitu sampai, langsung disambut pemandangan yang emang udah dibayangkan sebelumnya. Angels Bilabong dan Broken Beach ternyata lokasinya dekat, tetanggaan. Dan bli ktut menyarankan kami untuk ke Angels Bilabong dulu. Tanpa babibu, kami langsung berbaur dengan para wisatawan lain yang sedang menikmati dan mengagumi keunikan angels Bilabong.

Angels Billabong Nusapenida di Saat Surut

Angels Billabong Nusapenida di Bulan April

Dulu, saat hanya bisa memandang foto foto di instagram sempet menghayalkan untuk berenang di cerukan yang terkenal dan bening itu. Instagenik, memang. Cuman, setelah sampai sana, saya urung mencobanya. Jangankan berenang, untuk turun ke bawah dan main air pun enggan, karena jalan turun ke ceruk sedang di tutup. Dan ternyata banyak sekali orang diatas, memainkan kameranya kesetiap object yang menarik.

Padahal kalau di beberapa foto yang saya lihat, terkesan sepi. Dan beberapa wisatawan tampak dengan santai mengapung di cerukan bening tersebut. Mungkin, kalau saya datang sedikit lebih sore, bisa jadi lebih sepi ya? tapi rasanya sih tidak. Ya sudah, tetep saja udah hepi bisa melihat langsung keunikan cerukan Angels Billabong, dan indahnya pemandangan alam sekitar.

Cerukan Angels Billabong Nusapenida

Bagus sekali kan, beruntung sekali bisa kesana di saat airnya surut dan ceruknya terlihat bening,  kadang kalau musim hujan, cerukan itu airnya keruh dan saat air pasang cerukan itu tidak terlihat. Jadi, sebaiknya datang saja saat musim kemarau atau kata bli ktut ya pas bulan april ini.

Saat itulah air sedang surut dan cerukan yang bening dan instagenik bisa terlihat. Memang Indah sih, tanpa sadar, dalam hati berdzikir mengagungkan namaNya, sang maha pencipta. Panasnya siang hari jam 11 an tidak menyurutkan kami, pemuja pantai untuk tetap berdiam diri dan sesekali mengabadikan moment dan juga sudut pemandangan yang indah. Driver Ktut, menawarkan untuk membantu kami berfoto sesi sehingga ada kenangan di tempat ini, baik banget bli ktut, bak fotografer profesional mengambil gambar kami beberapa kali. hasilnya? bagus lah..hehehe apalagi kalo pakai drone, sudah pasti ciamik!

Angels Billabong Nusapenida



Angels Billabong di Bulan april

Angels Billabong di Bulan April


Setelah cukup menikmati Angels Billabong, kami beringsut menuju Broken Beach. Saya harus mengakui, pantai ini diluar ekspektasi, maksud saya, yang saya lihat langsung ternyata lebih bagus daripada yang ada di foto2 sosmed. Syukurlah, saya tetap milih pantai ini menjadi salah satu spot wisata tujuan. 


Jalan Menuju Broken Beach

Jalan Setapak Menuju Broken Beach Nusapenida

Meskipun dekat, tapi sedikit beda mungkin karena jalan untuk menuju pantai Broken Beach tidak terlalu jauh, lebih teduh, melewati semacam hutan kecil dengan jalan setapak yang ramai oleh lalu lalang wisatawan. Dan diujung jalan itulah keindahan pemandang Pantai Broken Beach bisa dinikmati.

Pantai Ngehits Broken Beach Nusapenida

Sedikit cerita tentang Broken Beach ini, atau nama dalam bahasa Bali adalah Pasih Uug. Legenda yang hidup dan diceritakan dari mulut ke mulut mengenai pantai ini sampai juga ditelinga saya, bli ktut bercerita bahwa awalnya area yang sekarang jadi broken Beach ini adalah bukit, tempat tinggal beberapa keluarga petani. Suatu hari, seorang petani ingin menanam biji jagung. Dengan sebuah alat kayu, petani itu membuat lubang pada sebuah bidang tanah. Namun, entah mengapa saat petani tersebut menancapkan kayunya, sesuatu terjadi, tanah itu longsor. Dan jadilah yang sekarang dinamakan pasih uug, atau yang terkenal dengan sebutan Angels Billabong.

Penasaran juga dengan keselamatan petani yang menanam biji jagung tersebut beserta bebepa keluarga petani itu, cuman entah apa yang membuat saya teralihkan sehingga melewatkan pertanyaan itu. Mungkin juga karena pemandangan alamnya yang indah, so breathtaking. Tidak banyak komentar yang terucap, saya sibuk mengagumi pantai ini dan explore sambil mencoba mengabadikan moment di beberapa sudut pantai. Berbaur bersama wisatawan lainnya.










Puas mengeksplorasi kawasan Broken Beach dan menikmati suasana pantai ini, kami melanjutkan perjalanan ke spot wisata selanjutnya, yaitu Crystal Beach Bay. Tidak lupa, sebelum melanjutkan kami istirahat rolasan dulu. Biar tidak terlalu panjang, pengalamannya saya tulis dibagian terpisah ya, sampai ketemu di lanjutan story explore Nusapenida selanutnya :)

Posting Komentar

On Instagram

© Happylikeabee. Made with love by The Dutch Lady Designs.