Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pantai Melasti, Kuta Bali. Pada Sore Hari.

Setelah beberapa lama, sejak pandemi awal tahun 2020 lalu, pulau bali mulai hidup lagi. Apalagi setelah adanya pelaksanaan vaksin pada masyarakat pelaku pariwisata yang diselenggarakan pada bulan maret lalu, kini masyarakat semakin percaya diri menjelang hari. Termasuk saya sendiri, mulai kembali merencanakan perjalanan refreshing ke pantai, yang selama ini ditunda. Pantai yang sekarang saya ingin ceritakan adalah pantai yang sudah sejak dahulu saya angan2kan, bahkan sejak sebelum suami ditugaskan ke Bali. Alhamdulillah, weekend kemarin, ada rejeki waktu luang dan sehat sehingga bisa rekreasi ke pantai melasti.

Pantai Melasti, sebagai salah satu lokasi upacara Melasti bagi umat Hindu sebelum perayaan Hari Raya Nyepi, memang belum sepopulerl pantai kuta, padahal sama sama terletak di daerah kuta, tapi kalau soal pemandangan dan daya tariknya boleh di adu deh heheh atau bahkan sebenarnya pantai melasti lebih kaya dengan potensi daya tariknya, karena selain pantainya yang indah, tebing tebing yang menjulang, yang seakan menjadi benteng pantai tersebut, menambah daya tarik wisata pantai melasti ini. Sayangnya, saat saya kesana, matahari sore hari, terik, menghalangi pandangan saya saat akan merekam indahnya lika liku jalan raya menuju pantai. Jalan berliku yang sejak jaman dulu saya kagumi ketika melihat liputan liburan salah satu tv swasta. 





Jalan berliku dan tebing yang menjulang itulah yang selalu membuat saya penasaran, sehingga begitu ada kesempatan kesana, first thing first adalah menikmati jalanan fenomenal itu dan segera mencari spot keren untuk diabadikan. Setelah itu barulah turun menikmati pantainya, and it was not that easy. Karena spot yang dicari terletak tersembunyi di belakang pantai dan keramaian, jauh dari area parkir gerbang utama. Tetapi jika tidak lewat jalur utama, bisa jadi malah lebih mudh untuk menemukannya. Anyway, setelah kami berdua -iya seperti biasa, saya dan suami saja berdua rekreasinya- sampai di spot favorit, matahari sudah mulai tergelincir ke ufuk barat, pandangan kami lumayan silau, apalagi setelah jalan menanjak menuju tebing yang lumayan jauh dan bikin 'ngos ngosan' cukup mempengaruhi mood. Ditambah lagi, sedikit ada perbedaan pendapat antara suami dan saya saat akan mengabadikan moment, yaahh things happened, right ☺

Baik pantainya atau tebing tebingnya memang indah dan layak untuk di kagumi. I wish i am a professional photographer but i am not. Jadi, aslinya lebih indah dibanding apa yang sudah tertangkap oleh kamera. Di pantai Melasti yang sudah ramai ini, masih berlangsung beberapa pembangunan untuk mempercantik pantai, meskipun sekilas, fasilitas toilet dan cuci kakinya sudah baik. Meja kursi di bibir pantai untuk nongki atau gazebo untuk melepaskan lelah juga ada. Bahkan di pantai melasti ini ada juga food truck yang bisa jadi untuk tambahan referensi pilihan makanan sebagai teman untuk bercengkerama dengan orang orang tersayang. Apalagi bagi yang suka renang santai di kolam renang sambi menikmati suasana dan musik atau sekedar killing time sambil menikmati sunset, di pantai ini ada beach clubnya juga. Fasilitas lain yang tidak kalah kerennya adalah spot kece untuk prewed, namun untuk fasilitas tersebut tidaklah gratis. 


Setelah puas menghirup udara pantai dan menikmati suasana pantai yang indah dan 'alive' kami segera beranjak pulang. Beberapa mobil masih terlihat berdatangan. Mungkin pantai ini memang 'hidup' seharian 24 jam, karena hanya dengan membayar tiket masuk sebesar 21 ribu untuk 2 orang dan prokes, kami bisa refreshing di pantai melasti yang menarik hati ini.


Posting Komentar untuk "Pantai Melasti, Kuta Bali. Pada Sore Hari."

Berlangganan via Email