Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menikmati Makanan Khas Thailand di Jimbaran?

Padahal belum sempat plesiran ke negara Gajah Putih, tapi dikasih kesempatan dan rejeki untuk bisa menikmati makanan tradisional dan khas dari Thailand. Bisa? Alhamdulillahnya bisa. Rejeki bisa icip icip masakan khas Thailand yang authentic karena di racik dan dimasak oleh orang Thailand asli yang paham sekali dengan masakan khas negaranya, yang sebenarnya berbeda dari masakan thailand yang biasanya ada di restoran indonesia. Konon, masakan thailand di kebanyakan restoran indonesia sudah di sesuaikan dengan lidah orang indonesia yang kebanyakan menganut paham cita rasa kalau tidak pedas ya manis. Sedangkan untuk masakan khas thailand seperti Tom Yam, lebih ke cita rasa asam segar. Balik lagi ke pertanyaan awal, kok bisa icip icip makanan khas Thailand yang authentic? Gegaranya, Suami saya diundang diacara informal oleh keluarga ekspatriat Thailand yang sedang liburan di vila mereka di Jimbaran. And it was fun. Apalagi  bisa ikut menikmati ambience vila mereka di Jimbaran, terletak di bukit yang mempunyai pemandangan sangat indah. Terlebih di saat cuaca cerah, ketika bersantai di kolam renang maka pemandangan di bawah lautan dan pantai kuta akan terlihat terhampar di warnai titik titik pemukiman penduduk. Sering terlihat, beberapa pesawat yang sedang take off maupun menjelang touch down di bandara Ngurah Rai. 

Seindah itu pemandangannya di vila jimbaran dan sore itu cuaca cerah sekali, jadi tamu undangan bisa menikmati pemandangan yang jarang bisa ditemui di jakarta maupun di kota kota di jawa lainnya. Saking menikmati suasana, foto itu diambil setelah acara selesai dan hari sudah malam, karena saya, suami dan tamu yang lain sangat menikmati suasana dan acaranya. Salah satunya saat  mengobrol santai sambil sesekali memperhatikan sha, anak kecil berumur 5 tahun  yang asyik bermain air di kolam renang. 


Tuan rumah, mrs Albert, membawakan kudapan atau camilan tradisional khas Thailand, Miang Kham. Sekilas ada daun sirih dalam nampan tersebut, tapi ternyata bukan. Makanan khas tradisional Thailand ini terdiri dari daun Chapu, srundeng kelapa,kacang tanah goreng, irisan bawang merah, irisan jahe, jeruk limau dan cabe setan. Sausnya saya kurang yakin sih tapi semacam saus kacang pedas manis. Sekilas melihat hamparan racikan ini sejujurnya penasaran tapi juga takjub, membayangkan bagaimana rasanya nanti. Karena satu satunya yang terlihat normal buat cemilan ya kacang tanah goreng itu, tapi semua penilaian yang berkecamuk di benak langsung salah total. Bagitu racikan itu satu persatu di tata di atas daun chapu digulung dan dimasukkan ke mulut....Masya allah..enaakk dan segar. Krunchy, nyeess campur baur rasanya, dan diwakilkan dalam satu kata Enak, Delicious! Hayo siapa yang jadi tertarik mencoba untuk bikin? Sepertinya mudah dan bahan bahannya juga bisa di dapat di Indonesia. 

                               

Tidak berasa sama sekali, tiba tiba sadar sudah berulang kali saya meracik kudapan tradisional khas Thailand tersebut, sampai pada saat tuan rumah kembali menghidangkan masakan beliau sendiri Tom Yam yang authentic dari Thailand. It was so fresh and delicious. 


Rasanya asem seger dengan bumbu rempah yang meresap, apalagi dengan paduan rasa dari  isian jamur, udang, cumi dan kerang. Begitu nikmat. Sayang sekali, kerang adalah bagian dari seafood yang sering menimbulkan rasa sakit kepala setelah di makan, sehingga jatah kerang saya berikan kepada suami saya hehe. Tapi hal itu tidak mengurangi kenikmatan dan kesegaran Tom Yam authentic dari Thailand ini. Mr dan Mrs Albert adalah tuan rumah yang baik dan ramah di acara sore itu, kami semua kenyang dengan suguhan segala makanan appetizer, main course beef barbeque sampai dengan cemilan kue kering dengan keju Bri nya. Beliau beliau juga baik dan pengertian saat kami tidak bisa menerima tawaran untuk minum wine, dan cukup dengan minum air putih saja. Keramahan dan kebaikan mereka sudah lebih dari cukup.

Begitulah, pengalaman saya dan suami di acara casual di vila jimbaran akhir pekan bulan mei. Bagian santai dan casual saja yang bisa saya ceritakan, karena selebihnya adalah pembicaraan serius tentang pekerjaan, bisnis dan lain lain yang bukan ranah saya. Meskipun begitu, saya bisa ambil dan serap ilmu ilmu kehidupan dari orang orang yang sudah berhasil di bidangnya, ilmu yang mungkin tidak bisa di dapat dari pendidikan formal. 


Posting Komentar untuk "Menikmati Makanan Khas Thailand di Jimbaran?"